Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM Terbaru 2025/2026

Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM Terbaru 2025/2026

Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM Terbaru 2025/2026

Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM Perekonomian nasional ditopang oleh berbagai sektor, di mana Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Koperasi memegang peranan vital sebagai tulang punggung. Sektor-sektor ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja yang luas, tetapi juga mendorong pemerataan pendapatan dan inovasi di tingkat lokal. Keberadaan UMKM dan Koperasi mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, bahkan saat sektor formal mengalami kontraksi. Lebih dari itu, mereka menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkreasi, berinovasi, dan mengembangkan potensi ekonomi yang ada di sekitar mereka. Data menunjukkan bahwa kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sangat signifikan, bahkan melampaui separuh dari total PDB. Demikian pula, koperasi, dengan prinsip kebersamaan dan kekeluargaan, telah terbukti menjadi instrumen efektif dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya dan masyarakat sekitar, terutama di daerah pedesaan.

Namun, potensi besar ini seringkali terhambat oleh berbagai tantangan. Keterbatasan akses terhadap modal, pengetahuan manajemen yang minim, keterampilan pemasaran yang belum optimal, serta kurangnya pemahaman akan regulasi dan digitalisasi menjadi hambatan klasik yang dihadapi oleh para pelaku UMKM dan pengelola Koperasi. Banyak dari mereka yang memulai usaha atau mengelola koperasi dengan semangat tinggi, namun terkendala oleh minimnya bekal pengetahuan dan keterampilan yang esensif untuk mengembangkan usaha mereka ke jenjang yang lebih tinggi. Perubahan dinamika pasar yang cepat, tuntutan teknologi yang terus berkembang, serta persaingan yang semakin ketat menuntut adaptasi dan inovasi berkelanjutan. Tanpa intervensi yang tepat, banyak UMKM dan Koperasi yang berpotensi mandek atau bahkan gulung tikar sebelum mencapai puncaknya.

Menyadari urgensi dan signifikansi peran UMKM serta Koperasi dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, Pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga, bersama dengan Pusat Edukasi Indonesia, terus berupaya menyediakan program-program peningkatan kapasitas. Salah satu instrumen yang terbukti efektif adalah Bimbingan Teknis (Bimtek). Bimtek dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan riil para pelaku usaha dan pengelola koperasi. Ini bukan sekadar pelatihan teoretis, melainkan sebuah platform interaktif di mana peserta dapat belajar langsung dari para ahli, berbagi pengalaman, dan membangun jaringan yang saling mendukung. Program ini menjadi jembatan antara potensi yang dimiliki oleh UMKM dan Koperasi dengan kapasitas yang diperlukan untuk tumbuh dan bersaing.

Oleh karena itu, artikel ini hadir untuk menguraikan secara komprehensif mengenai pentingnya Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM sebagai salah satu solusi strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi lokal dan memberdayakan masyarakat. Kami akan mendalami definisi, peran krusial, materi yang diberikan, serta tujuan dan manfaat yang diharapkan dari pelaksanaan program-program bimbingan teknis ini. Melalui pemahaman yang mendalam tentang aspek-aspek ini, diharapkan semakin banyak pihak yang terdorong untuk berpartisipasi dan mendukung inisiatif ini, demi terwujudnya UMKM dan Koperasi yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing global, serta mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan di seluruh pelosok negeri.


Definisi Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM

Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM Untuk memahami lebih jauh tentang konteks bimbingan teknis ini, penting untuk mendefinisikan secara jelas apa yang dimaksud dengan Koperasi dan UMKM. Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Filosofi koperasi menempatkan kepentingan anggota sebagai prioritas utama, di mana keuntungan bukan satu-satunya tujuan, melainkan kesejahteraan bersama. Koperasi memiliki ciri khas seperti keanggotaan sukarela dan terbuka, pengelolaan yang demokratis oleh anggota, partisipasi ekonomi anggota, otonomi dan kemandirian, pendidikan, pelatihan dan informasi, kerjasama antar koperasi, serta kepedulian terhadap komunitas. Jenis koperasi sangat beragam, mulai dari koperasi simpan pinjam, koperasi konsumen, koperasi produsen, hingga koperasi jasa, masing-masing dengan fokus dan model bisnis yang berbeda sesuai kebutuhan anggotanya.

Sementara itu, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah kelompok usaha yang memiliki batasan kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan tertentu, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Kriteria ini bervariasi tergantung pada jenis usahanya, namun secara umum, usaha mikro memiliki kekayaan bersih maksimal Rp 50 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan), usaha kecil memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50 juta hingga Rp 500 juta, dan usaha menengah memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 500 juta hingga Rp 10 miliar. Penggolongan ini penting untuk menentukan jenis dukungan dan fasilitas yang dapat diakses oleh masing-masing kategori usaha dari pemerintah. UMKM mencakup berbagai sektor ekonomi, mulai dari perdagangan, pertanian, industri kreatif, hingga jasa, dan tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia, dari perkotaan hingga pedesaan.

Bimbingan Teknis (Bimtek), dalam konteks Koperasi dan UMKM, dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk pelatihan atau pendampingan yang intensif dan terstruktur, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan teknis para pelaku Koperasi dan UMKM. Bimtek dirancang untuk mengisi kesenjangan pengetahuan dan keterampilan yang seringkali menjadi hambatan dalam pengembangan usaha. Materi yang disampaikan dalam Bimtek bersifat praktis, aplikatif, dan relevan dengan tantangan serta peluang yang ada di lapangan. Metode penyampaiannya bervariasi, bisa berupa kuliah interaktif, studi kasus, simulasi, diskusi kelompok, hingga praktik langsung, yang semuanya bertujuan untuk memastikan peserta dapat menginternalisasi materi dan mengaplikasikannya dalam operasional sehari-hari. Bimtek bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang pembentukan pola pikir wirausaha yang kuat dan adaptif.

Penyelenggaraan Bimtek ini menjadi krusial mengingat dinamika bisnis yang terus berubah. Perubahan teknologi, tren pasar, serta regulasi yang baru menuntut para pelaku Koperasi dan UMKM untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka. Tanpa adanya program peningkatan kapasitas yang berkelanjutan seperti Bimtek, dikhawatirkan mereka akan tertinggal dan sulit bersaing. Bimtek juga berfungsi sebagai jembatan informasi antara pemerintah dengan para pelaku usaha, memastikan bahwa kebijakan dan program pemerintah dapat tersampaikan dengan baik dan dimanfaatkan secara optimal oleh target sasaran. Dengan demikian, Bimtek tidak hanya sekadar program pelatihan, melainkan investasi strategis dalam pengembangan sumber daya manusia yang akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.


Peran dan Pentingnya Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM

Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM Peran Bimtek dalam pengembangan Koperasi dan UMKM sangatlah sentral dan tidak dapat diabaikan. Pertama, Bimtek berfungsi sebagai katalisator dalam peningkatan kapasitas manajerial dan operasional. Banyak pelaku UMKM dan pengelola Koperasi, terutama di daerah, yang memulai usahanya tanpa bekal pendidikan formal di bidang manajemen bisnis atau keuangan. Mereka mungkin memiliki produk atau layanan yang inovatif, namun terkendala dalam aspek pengelolaan keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, atau produksi yang efisien. Bimtek mengisi kekosongan ini dengan menyediakan modul-modul pelatihan yang dirancang khusus untuk mengatasi defisit pengetahuan tersebut. Misalnya, materi tentang penyusunan laporan keuangan sederhana, manajemen stok barang, strategi penetapan harga, atau pengelolaan risiko usaha dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi dan profitabilitas usaha.

Kedua, Bimtek berperan krusial dalam memperkenalkan inovasi dan teknologi terbaru. Di era digital ini, adaptasi terhadap teknologi menjadi kunci keberlanjutan usaha. Banyak UMKM dan Koperasi yang masih gagap teknologi, sehingga melewatkan banyak peluang yang ditawarkan oleh platform digital, seperti e-commerce, media sosial marketing, atau aplikasi keuangan. Melalui Bimtek, para pelaku usaha dapat diajarkan cara memanfaatkan teknologi ini untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperbaiki layanan pelanggan. Pengetahuan tentang SEO (Search Engine Optimization), konten digital marketing, atau penggunaan QR code untuk pembayaran dapat membuka pintu bagi UMKM dan Koperasi untuk bersaing di pasar yang lebih luas dan menjangkau konsumen dari berbagai lokasi, bahkan secara global.

Ketiga, Bimtek adalah platform vital untuk membangun jejaring (networking) dan kolaborasi. Selama Bimtek, peserta dari berbagai latar belakang usaha dan daerah akan bertemu, berinteraksi, dan bertukar pengalaman. Kesempatan ini sangat berharga untuk membangun relasi bisnis, menemukan mitra potensial, atau bahkan membentuk komunitas belajar yang saling mendukung pasca pelatihan. Jejaring yang kuat dapat memfasilitasi akses informasi, berbagi sumber daya, dan membuka peluang kolaborasi yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya. Misalnya, UMKM produsen dapat berkolaborasi dengan UMKM pemasar, atau koperasi dapat menjalin kemitraan dengan penyedia bahan baku untuk efisiensi rantai pasok. Ini menciptakan ekosistem bisnis yang lebih resilien dan dinamis.

Keempat, Bimtek berperan dalam meningkatkan literasi finansial dan akses permodalan. Salah satu kendala terbesar bagi UMKM dan Koperasi adalah akses terhadap sumber permodalan yang memadai. Banyak dari mereka yang belum memahami produk-produk keuangan yang tersedia, persyaratan pengajuan pinjaman, atau cara menyusun proposal bisnis yang menarik bagi investor atau lembaga keuangan. Bimtek dapat mengedukasi peserta mengenai pinjaman usaha rakyat (KUR), modal ventura, investasi patungan, atau skema pembiayaan lainnya. Selain itu, pelatihan tentang manajemen kas, analisis kelayakan usaha, dan penyusunan rencana bisnis akan membuat UMKM dan Koperasi lebih siap dan menarik di mata calon pemberi modal, sehingga memperbesar peluang mereka untuk mendapatkan pendanaan yang dibutuhkan untuk pengembangan usaha.


Materi Bimtek Koperasi dan UMKM

Materi Bimtek Koperasi dan UMKM dirancang secara komprehensif dan sistematis untuk mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan dan pengembangan usaha. Berikut adalah rincian materi yang umumnya diberikan:

1. Aspek Legalitas dan Kelembagaan:

  • Pemahaman dasar hukum dan regulasi terkait Koperasi dan UMKM: Meliputi UU Koperasi, UU UMKM, Peraturan Pemerintah (PP), dan Peraturan Menteri (Permen) yang relevan. Peserta akan diajarkan pentingnya legalitas usaha, mulai dari perizinan dasar hingga pendaftaran merek dan hak cipta.
  • Prosedur pendirian dan perizinan usaha: Panduan langkah demi langkah dalam mendirikan badan usaha, mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Izin Usaha Industri (IUI), dan izin-izin lain yang diperlukan sesuai dengan jenis usaha.
  • Tata kelola organisasi Koperasi yang baik (Good Cooperative Governance): Pembahasan mengenai Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), peran pengurus dan pengawas, mekanisme rapat anggota, serta prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi.

2. Aspek Manajemen Keuangan:

  • Penyusunan laporan keuangan sederhana: Pelatihan tentang cara membuat laporan laba rugi, neraca, dan arus kas untuk memahami kondisi keuangan usaha.
  • Perencanaan anggaran dan pengendalian biaya: Teknik penyusunan anggaran yang realistis dan strategi efisiensi untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan menekan biaya produksi.
  • Manajemen kas dan permodalan: Strategi pengelolaan arus kas masuk dan keluar, serta opsi-opsi pembiayaan usaha, termasuk akses ke lembaga keuangan dan pinjaman tanpa agunan.
  • Perpajakan bagi UMKM dan Koperasi: Pemahaman kewajiban perpajakan, cara menghitung dan membayar pajak, serta insentif perpajakan yang tersedia bagi UMKM dan Koperasi.

3. Aspek Pemasaran dan Penjualan:

  • Strategi pemasaran digital (Digital Marketing): Pengenalan SEO, SEM (Search Engine Marketing), social media marketing (misalnya, penggunaan Instagram Business, Facebook Ads), email marketing, dan strategi konten untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
  • Branding dan pengembangan produk: Cara membangun merek yang kuat, mengembangkan produk yang inovatif dan sesuai kebutuhan pasar, serta menciptakan nilai tambah bagi konsumen.
  • Teknik penjualan dan negosiasi: Pelatihan keterampilan menjual, teknik negosiasi yang efektif, serta strategi membangun hubungan baik dengan pelanggan.
  • Pemanfaatan e-commerce dan marketplace: Panduan mendaftar dan berjualan di platform e-commerce (seperti Tokopedia, Shopee, BukaLapak) dan memahami fitur-fitur yang tersedia.

4. Aspek Manajemen Operasional dan Produksi:

  • Manajemen produksi dan kualitas produk: Teknik perencanaan produksi, pengendalian kualitas, standarisasi produk, dan efisiensi dalam proses produksi.
  • Manajemen rantai pasok (Supply Chain Management): Strategi pengadaan bahan baku, manajemen inventori, dan distribusi produk untuk memastikan ketersediaan barang dan efisiensi logistik.
  • Standar operasional prosedur (SOP): Pentingnya menyusun dan menerapkan SOP untuk memastikan konsistensi dan efisiensi dalam setiap tahapan operasional.
  • Higiene dan sanitasi produk (terutama untuk F&B): Pemahaman standar kebersihan dan keamanan pangan sesuai dengan regulasi yang berlaku (BPOM, P-IRT).

5. Aspek Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM):

  • Rekrutmen dan pengembangan karyawan: Strategi mencari, merekrut, dan mengembangkan potensi karyawan agar dapat berkontribusi optimal bagi usaha.
  • Manajemen kinerja dan motivasi karyawan: Cara mengevaluasi kinerja, memberikan umpan balik konstruktif, dan memotivasi karyawan untuk mencapai target.
  • Kepemimpinan dan kerja tim: Pelatihan tentang gaya kepemimpinan yang efektif dan cara membangun tim yang solid dan kolaboratif.

6. Aspek Inovasi dan Keberlanjutan Usaha:

  • Desain berpikir (Design Thinking) untuk inovasi produk/jasa: Metode kreatif untuk mengidentifikasi masalah, mengembangkan ide, dan menguji solusi inovatif.
  • Analisis peluang dan risiko usaha: Teknik mengidentifikasi peluang pasar baru dan mengelola risiko yang mungkin timbul dalam pengembangan usaha.
  • Strategi pengembangan bisnis jangka panjang: Perencanaan strategis untuk pertumbuhan berkelanjutan, diversifikasi produk, dan ekspansi pasar.
  • Adaptasi terhadap Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0: Pemahaman mengenai tren teknologi dan sosial yang mempengaruhi bisnis, serta strategi adaptasi yang diperlukan.

Seluruh materi ini disampaikan secara bertahap, mulai dari konsep dasar hingga aplikasi praktis, dengan dukungan studi kasus, diskusi, dan sesi tanya jawab untuk memastikan pemahaman maksimal dari peserta.


Tujuan dan Manfaat Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM

Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM Tujuan utama dari penyelenggaraan Bimtek Koperasi dan UMKM oleh Pusat Edukasi Indonesia adalah untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kuat, inovatif, dan berdaya saing. Secara spesifik, tujuan tersebut mencakup:

  • Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Pelaku Usaha: Membekali peserta dengan pengetahuan manajerial, keuangan, pemasaran, dan operasional yang modern dan relevan dengan dinamika pasar saat ini.
  • Mendorong Adopsi Teknologi dan Digitalisasi: Memfasilitasi UMKM dan Koperasi untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam operasional bisnis, pemasaran, dan manajemen keuangan, sehingga mampu bersaing di era digital.
  • Memperkuat Tata Kelola dan Legalitas Usaha: Memastikan Koperasi dan UMKM beroperasi sesuai dengan regulasi yang berlaku, memiliki legalitas yang kuat, dan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik.
  • Membuka Akses Permodalan dan Pasar yang Lebih Luas: Memberikan pemahaman tentang berbagai sumber pembiayaan dan strategi untuk memperluas jangkauan pasar, baik secara lokal, nasional, maupun global.
  • Mendorong Inovasi dan Penciptaan Produk/Jasa Baru: Memicu kreativitas dan inovasi di kalangan pelaku usaha untuk mengembangkan produk atau jasa yang memiliki nilai tambah dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.
  • Meningkatkan Daya Saing dan Keberlanjutan Usaha: Membantu UMKM dan Koperasi untuk tidak hanya bertahan tetapi juga tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan di tengah persaingan pasar yang ketat.

Manfaat yang akan dirasakan dari pelaksanaan Bimtek ini sangat beragam, baik bagi peserta, komunitas, maupun perekonomian nasional:

Bagi Peserta (Pelaku Koperasi dan UMKM):

  • Peningkatan Omzet dan Profitabilitas: Dengan manajemen yang lebih baik dan strategi pemasaran yang efektif, usaha akan lebih efisien dan mampu meningkatkan pendapatan.
  • Pengembangan Jaringan dan Kolaborasi: Terbukanya peluang untuk berinteraksi dengan sesama pelaku usaha, mentor, dan pihak-pihak terkait, yang dapat menghasilkan kemitraan dan kolaborasi baru.
  • Peningkatan Efisiensi Operasional: Penerapan standar operasional prosedur dan penggunaan teknologi akan memangkas biaya dan waktu produksi.
  • Legalitas dan Kepercayaan Konsumen yang Lebih Baik: Usaha yang legal dan terkelola dengan baik akan lebih dipercaya oleh konsumen dan mitra bisnis.
  • Peningkatan Kepercayaan Diri dan Motivasi: Pengetahuan dan keterampilan baru akan memberikan rasa percaya diri yang lebih besar dalam mengelola dan mengembangkan usaha.
  • Kemampuan Beradaptasi dengan Perubahan Pasar: Peserta akan lebih siap menghadapi tren dan tantangan baru, termasuk perubahan preferensi konsumen atau adopsi teknologi.

Bagi Komunitas dan Perekonomian Nasional:

  • Penciptaan Lapangan Kerja Baru: Pertumbuhan UMKM dan Koperasi secara otomatis akan membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.
  • Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Lokal: Dengan berkembangnya usaha, pendapatan masyarakat akan meningkat, mengurangi angka kemiskinan, dan meningkatkan daya beli.
  • Peningkatan PDB dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional: Kontribusi UMKM dan Koperasi yang lebih besar akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
  • Pemerataan Pembangunan Ekonomi: Pengembangan UMKM dan Koperasi di berbagai daerah akan membantu mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.
  • Peningkatan Diversifikasi Produk dan Jasa: Dorongan inovasi akan menghasilkan lebih banyak variasi produk dan jasa yang tersedia di pasar, memenuhi berbagai kebutuhan konsumen.
  • Penguatan Ketahanan Ekonomi Lokal: Dengan UMKM dan Koperasi yang tangguh, perekonomian lokal akan lebih tahan terhadap gejolak ekonomi global.

Bimbingan Teknis (Bimtek) Koperasi dan Bimtek UMKM bukan sekadar program pelatihan biasa, melainkan sebuah investasi krusial dalam pembangunan kapasitas sumber daya manusia yang akan menjadi pilar utama kemandirian dan kemajuan ekonomi bangsa. Di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah dan tantangan yang semakin kompleks, kemampuan adaptasi, inovasi, serta efisiensi menjadi kunci keberlanjutan bagi setiap entitas bisnis, tak terkecuali UMKM dan Koperasi yang merupakan fondasi ekonomi kerakyatan. Tanpa adanya dukungan melalui program peningkatan kapasitas yang terarah dan komprehensif seperti Bimtek, potensi besar yang dimiliki oleh jutaan pelaku UMKM dan ribuan Koperasi di seluruh Indonesia akan sulit dioptimalkan.

Melalui materi yang terstruktur dan relevan, Bimtek membekali para pelaku usaha dengan pengetahuan manajerial, keterampilan pemasaran digital, literasi keuangan, hingga pemahaman akan pentingnya legalitas dan inovasi. Ini bukan hanya tentang mengajarkan teori, tetapi tentang memberikan alat dan strategi praktis yang dapat langsung diterapkan untuk mengatasi masalah riil di lapangan. Dampaknya tidak hanya terbatas pada peningkatan omzet atau profitabilitas usaha individu, melainkan meluas hingga pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penguatan ketahanan ekonomi lokal yang pada akhirnya akan bermuara pada pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKMOleh karena itu, Pusat Edukasi Indonesia mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan untuk terus mendukung dan berpartisipasi aktif dalam setiap inisiatif Bimtek Koperasi dan UMKM. Mari kita jadikan program-program ini sebagai gerakan bersama untuk menggerakkan roda perekonomian dari akar rumput, memberdayakan setiap individu dengan pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk sukses. Bayangkan potensi luar biasa yang akan tercipta jika setiap UMKM dan Koperasi di Indonesia mampu beroperasi secara optimal, inovatif, dan berdaya saing. Ini bukan hanya mimpi, tetapi sebuah tujuan yang dapat kita raih bersama melalui kolaborasi dan komitmen yang kuat. Masa depan ekonomi Indonesia ada di tangan UMKM dan Koperasi yang kuat, dan Bimtek adalah salah satu langkah fundamental untuk mewujudkannya. Mari bersama-sama kita bangun Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera

Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM Terbaru 2025/2026

Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM Terbaru 2025/2026

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusat Edukasi Indonesia Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM Terbaru 2025/2026

Metode Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Pilihan Kelas Pelaksanaan Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM:

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasilitas Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM

  • Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta

Tata Cara Pendaftaran Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM:

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0851 – 2120 – 9392
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person

Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM Terbaru 2025/2026

Bimtek Koperasi dan Bimtek UMKM Terbaru 2025/2026

author-avatar

Tentang PENA

Pusat Edukasi Indonesia adalah lembaga profesional yang berdedikasi dan memberikan layanan di bidang Bimbingan Teknis (Bimtek), Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), Workshop, Seminar, Sertifikasi, Riset, Inhouse Training, serta Pelatihan dan Pendidikan Non Formal. Pusat Edukasi Indonesia bertujuan mendukung peningkatan kapasitas, kompetensi, dan keterampilan melalui program yang dirancang secara profesional dan sesuai dengan kebutuhan para peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *