BIMTEK PENYUSUNAN SKJ BAGI PEGAWAI ASN TERBARU 2025/2026

BIMTEK PENYUSUNAN SKJ BAGI PEGAWAI ASN TERBARU 2025/2026

BIMTEK PENYUSUNAN SKJ BAGI PEGAWAI ASN TERBARU 2025/2026

Tata kelola sumber daya aparatur di Indonesia terus bergerak menuju model human capital management yang menuntut setiap jabatan dikelola dengan standar kompetensi jelas dan terukur. Percepatan digitalisasi layanan, integrasi sistem merit, serta penerapan Core Values Ber‑AKHLAK meletakkan kompetensi sebagai episentrum reformasi birokrasi. Instansi pemerintah tidak cukup hanya memiliki kebutuhan pegawai secara kuantitatif; ia harus memastikan pegawai yang menduduki suatu posisi benar‑benar memiliki keahlian, perilaku, dan pengetahuan yang relevan dengan misi organisasi. Di sinilah pentingnya penyusunan Standar Kompetensi Jabatan (SKJ) yang komprehensif untuk seluruh level jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kenyataannya, hasil penilaian Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tahun 2024 mengungkap 46 % instansi pusat dan 61 % pemerintah daerah belum memiliki SKJ terstruktur untuk seluruh jabatannya. Dampaknya banyak proses rekrutmen dan promosi masih bersandar pada kriteria administratif, bukan kecocokan kompetensi. Hal ini berpotensi melahirkan skill gap, menurunkan produktivitas, serta memperbesar risiko mismatch kinerja. Evaluasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) pun mencatat ketidaksinkronan antara dokumen Analisis Jabatan (Anjab) dengan SKJ, mengakibatkan rancangan pelatihan, pengembangan karier, dan pola karier menjadi tidak efektif.

Di sisi lain, intruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2023 tentang Transformasi Digital Pemerintahan dan e‑Learning ASN mewajibkan setiap instansi memetakan kesenjangan kompetensi pegawai sebagai dasar program peningkatan kapasitas. Tanpa SKJ yang sah, platform pembelajaran daring dan talent marketplace tidak dapat menampilkan jalur belajar (learning path) yang tepat sasaran. Kebutuhan strategis ini semakin mendesak dengan target 100 % layanan publik terintegrasi secara digital pada 2026—sebuah tonggak yang menuntut kompetensi digital dan inovasi tinggi.

Menjawab urgensi tersebut, Pusat Edukasi Indonesia (PEI) merancang Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan SKJ bagi Pegawai ASN. Program ini dirancang holistik: memadukan kerangka regulasi, metodologi perancangan standar kompetensi, teknik job competency mapping, serta praktik penyelarasan SKJ dengan sistem merit. Melalui pendekatan case‑based learning dan action plan coaching, peserta akan memahami proses penyusunan SKJ mulai perencanaan hingga pengesahan, serta strategi implementasi di sistem E‑Kinerja dan SIASN.


Definisi Bimtek Penyusunan SKJ Bagi Pegawai ASN

Standar Kompetensi Jabatan (SKJ) adalah tolok ukur minima l keahlian, pengetahuan, keterampilan, dan sikap/ perilaku yang wajib dimiliki ASN untuk menduduki suatu jabatan. SKJ ditetapkan berdasarkan hasil analisis jabatan, visi misi organisasi, perkembangan teknologi, serta kebutuhan pemangku kepentingan. SKJ mencakup unsur technical competencies, managerial competencies, dan social‑cultural competencies yang diselaraskan dengan Peraturan Menteri PAN‑RB No. 38 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Jabatan ASN.

Penyusunan SKJ adalah proses sistematis yang melibatkan identifikasi tugas utama jabatan, penentuan level kompetensi, konsultasi pemangku kepentingan, hingga pemberlakuan melalui keputusan pejabat pembina kepegawaian. Proses ini tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan dokumen Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK).

Bimtek Penyusunan SKJ adalah program peningkatan kapasitas yang memfasilitasi pejabat pengelola kepegawaian, analis SDM, dan pejabat fungsional kepegawaian untuk memahami konsep, metodologi, dan praktik terbaik dalam merancang SKJ. Program ini memperkaya peserta dengan keterampilan desain competency dictionary, teknik behavioral event interview, serta pemanfaatan digital competency profiling tools.

Dalam konteks sistem merit, SKJ menjadi fondasi bagi seluruh proses manajemen SDM: seleksi berbasis kompetensi, penyusunan rencana pengembangan individu, succession planning, hingga skema remunerasi diferensial. Tanpa SKJ yang valid, penilaian kinerja akan kabur, career path tidak jelas, dan belanja pelatihan rentan mubazir.


Peran dan Pentingnya Bimtek Penyusunan SKJ Bagi Pegawai ASN

Bimtek ini menjadi katalis penyelarasan strategi organisasi dengan pengelolaan manusia. Pertama, SKJ yang tersusun rapi memastikan proses rekrutmen dan promosi berbasis bukti, bukan sekadar senioritas. Kedua, SKJ memungkinkan pengembangan kompetensi lebih terfokus: gap antara kompetensi aktual dan standar jabatan terukur, sehingga alokasi anggaran pelatihan menjadi tepat guna. Ketiga, SKJ menyokong digitalisasi learning management system, di mana modul pelatihan dan sertifikasi dikaitkan langsung ke peta kompetensi jabatan.

Lebih jauh, SKJ berfungsi sebagai perangkat mitigasi risiko kinerja. Jabatan kritis—seperti pejabat pengadaan atau auditor internal—memiliki standar kompetensi yang lebih ketat guna mencegah Fraud dan maladministrasi. Tanpa SKJ, penempatan pejabat strategis rentan salah sasaran, yang pada akhirnya mengganggu kinerja organisasi dan merugikan negara.

Bimtek juga penting untuk menyamakan persepsi antar‑instansi terkait metodologi penyusunan SKJ. Banyak instansi masih menggunakan terminologi kompetensi yang berbeda‑beda, sehingga sulit melakukan interoperability data SDM antar‑lembaga. Melalui pelatihan ini, peserta mempelajari standar taksonomi kompetensi yang diakui nasional—misalnya Indonesian National Competency Framework (INCF)—agar proses data sharing berjalan mulus.

Akhirnya, Bimtek berperan dalam penguatan budaya kinerja. Dengan SKJ yang jelas, pegawai memahami ekspektasi kerja dan jalur pengembangan karier. Ini meningkatkan employee engagement dan menurunkan turn‑over intention, sebagaimana dibuktikan survei internal PEI tahun 2024 yang mencatat kenaikan 18 % skor keterikatan pegawai di instansi peserta pilot setelah setahun implementasi SKJ.


Materi Bimtek Penyusunan SKJ Bagi Pegawai ASN

Pelatihan dibuka dengan pemahaman kerangka regulasi yang mendasari penyusunan SKJ—dari UU ASN No. 20/2023, PP 17/2020, hingga PermenPAN‑RB 38/2017. Narasumber menjelaskan evolusi kebijakan kompetensi dan bagaimana SKJ menjadi prasyarat utama sistem merit.

Sesi berikutnya menyelami metodologi penyusunan SKJ. Peserta diajak mengenali esensi profil jabatan melalui job analysis workshop. Fasilitator memandu peserta merumuskan tugas pokok jabatan, merinci indikator keberhasilan, lalu menerjemahkannya ke dalam kamus kompetensi menggunakan taksonomi Bloom dan kerangka Garuda Competency Dictionary. Setiap kompetensi dialokasikan level—dasar, menengah, mahir, atau ahli—berdasarkan behavioral indicators spesifik.

Setelah konsep tersusun, pelatihan masuk tahap evidence gathering. Peserta mempraktikkan teknik behavioral event interview untuk memvalidasi apakah pemangku jabatan telah memenuhi standar. Metode ini dipadukan desk review data kinerja, studi dokumen Anjab, dan focus group discussion bersama atasan langsung serta pelanggan internal. Hasilnya, rancangan SKJ diuji secara triangulasi agar akurat.

Tahap selanjutnya adalah integrasi SKJ dengan sistem digital. Instruktur mendemokan cara mengunggah peta kompetensi ke SIASN dan Talent Management System instansi. Peserta juga belajar menyusun “jalur pembelajaran”—rangkaian pelatihan, coaching, sertifikasi—yang terikat setiap gap kompetensi individu.

Di akhir program, peserta menyusun action plan implementasi SKJ di instansinya. Dokumen ini memuat timeline penyusunan SKJ massal, strategi komunikasi perubahan, dan mekanisme audit kepatuhan. Rencana tersebut dipresentasikan di depan panel ahli untuk memperoleh umpan balik praktis.


Tujuan dan Manfaat Bimtek Penyusunan SKJ Bagi Pegawai ASN

Tujuan Bimtek meliputi peningkatan kapasitas teknis peserta dalam merancang SKJ sahih, membangun database kompetensi terintegrasi, dan mengeksekusi program peningkatan kompetensi berbasis gap analysis. Lebih jauh, pelatihan bertujuan mendorong instansi mencapai predikat “Baik” pada penilaian sistem merit KASN, serta meningkatkan skor indeks Reformasi Birokrasi.

Manfaat langsung yang dirasakan instansi antara lain penurunan wrong hire dan wrong posting karena seleksi berbasis kompetensi; efisiensi biaya pelatihan hingga 30 % karena program lebih terfokus; serta peningkatan akurasi perencanaan formasi pegawai. Bagi individu, SKJ memberikan kejelasan jalur karier dan persyaratan peningkatan pangkat, sehingga memotivasi pegawai untuk belajar berkelanjutan.

Manfaat Singkat
Pelatihan ini memampukan instansi menyusun dan menerapkan SKJ yang valid, sehingga proses rekrutmen dan pengembangan pegawai menjadi tepat sasaran, efisien, serta mendukung terwujudnya birokrasi profesional dan berdaya saing.


BIMTEK PENYUSUNAN SKJ BAGI PEGAWAI ASN adalah fondasi sistem merit yang menentukan kualitas birokrasi Indonesia di masa depan. BIMTEK PENYUSUNAN SKJ BAGI PEGAWAI ASN persembahan Pusat Edukasi Indonesia menawarkan solusi tuntas: dari regulasi, metodologi, validasi, hingga integrasi digital. Dengan mengikuti program ini, instansi akan memiliki peta kompetensi jelas, pegawai memahami ekspektasi kinerja, dan organisasi mampu menyiapkan talenta unggul untuk menghadapi tantangan pemerintahan digital. Mari bersama membangun aparatur yang kompeten, adaptif, dan berintegritas demi pelayanan publik prima dan Indonesia Maju.

BIMTEK PENYUSUNAN SKJ BAGI PEGAWAI ASN TERBARU 2025/2026

BIMTEK PENYUSUNAN SKJ BAGI PEGAWAI ASN TERBARU 2025/2026

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusat Edukasi Indonesia Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: BIMTEK PENYUSUNAN SKJ BAGI PEGAWAI ASN TERBARU 2025/2026

Metode Bimtek Penyusunan SKJ Bagi Pegawai ASN

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Pilihan Kelas Pelaksanaan Bimtek Penyusunan SKJ Bagi Pegawai ASN:

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya Bimtek Penyusunan SKJ Bagi Pegawai ASN

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasilitas Bimtek Penyusunan SKJ Bagi Pegawai ASN

  • Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta

Tata Cara Pendaftaran Bimtek Penyusunan SKJ Bagi Pegawai ASN:

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0851 – 2120 – 9392
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person

 

BIMTEK PENYUSUNAN SKJ BAGI PEGAWAI ASN TERBARU 2025/2026

BIMTEK PENYUSUNAN SKJ BAGI PEGAWAI ASN TERBARU 2025/2026

author-avatar

Tentang PENA

Pusat Edukasi Indonesia adalah lembaga profesional yang berdedikasi dan memberikan layanan di bidang Bimbingan Teknis (Bimtek), Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), Workshop, Seminar, Sertifikasi, Riset, Inhouse Training, serta Pelatihan dan Pendidikan Non Formal. Pusat Edukasi Indonesia bertujuan mendukung peningkatan kapasitas, kompetensi, dan keterampilan melalui program yang dirancang secara profesional dan sesuai dengan kebutuhan para peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *