Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah Terbaru 2025/2026

Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah Terbaru 2025/2026

Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah Terbaru 2025/2026

Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah adalah jantung dari setiap kemajuan wilayah. Tanpa perencanaan yang matang, terarah, dan partisipatif, pembangunan akan berjalan tanpa visi yang jelas, berpotensi tumpang tindih, dan tidak mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Di era otonomi daerah saat ini, pemerintah daerah – baik provinsi, kabupaten, maupun kota – memegang kendali penuh dalam merumuskan arah pembangunannya sendiri, mulai dari penetapan visi, misi, hingga alokasi sumber daya. Proses ini melibatkan berbagai tahapan yang kompleks, mulai dari identifikasi masalah, perumusan tujuan, penentuan prioritas, penyusunan program dan anggaran, hingga evaluasi. Kualitas perencanaan ini sangat menentukan efektivitas implementasi kebijakan dan dampak positif yang dirasakan oleh warga.

Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah. Namun, kompleksitas ini seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan. Keterbatasan sumber daya manusia dengan kompetensi perencanaan yang memadai, pemahaman yang belum optimal terhadap regulasi terbaru, kesulitan dalam koordinasi lintas sektor, serta adaptasi terhadap dinamika sosial-ekonomi yang cepat, seringkali menjadi hambatan krusial. Banyak pemerintah daerah yang masih menghadapi kesulitan dalam menyusun dokumen perencanaan seperti RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) atau RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah)yang benar-benar berkualitas, aplikatif, dan terintegrasi. Padahal, dokumen-dokumen ini adalah peta jalan pembangunan yang akan memandu alokasi anggaran triliunan rupiah dan menentukan arah kebijakan selama bertahun-tahun ke depan.

Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah. Di sisi lain, tuntutan akan pembangunan berkelanjutan dan pembangunan inklusif semakin mengemuka. Pemerintah daerah tidak hanya dituntut untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan bahwa pembangunan tersebut tidak merusak lingkungan dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan dan marginal. Hal ini memerlukan pendekatan perencanaan yang lebih holistik, melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan, serta integrasi isu-isu seperti perubahan iklim, kesetaraan gender, dan pengurangan kemiskinan ke dalam setiap tahapan perencanaan. Kompetensi aparatur dalam mengadopsi pendekatan ini menjadi prasyarat penting untuk mewujudkan pembangunan yang benar-benar berdampak positif dan berkelanjutan.

Definisi Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah

Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah Untuk memahami secara mendalam pentingnya Bimtek ini, perlu didefinisikan secara jelas apa yang dimaksud dengan Perencanaan dan Pemerintah Daerah dalam konteks ini. Perencanaan Pembangunan Daerah adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia dan memperhatikan kondisi yang ada, untuk mencapai tujuan pembangunan daerah. Proses ini bersifat dinamis dan berkelanjutan, melibatkan berbagai tahapan yang saling terkait, mulai dari tahap penyusunan, penetapan, pengendalian, hingga evaluasi. Intinya, perencanaan adalah upaya sistematis untuk memformulasikan visi dan misi pembangunan ke dalam program-program konkret yang dapat diukur dan dievaluasi. Dokumen perencanaan utama di tingkat daerah meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk 20 tahun, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk 5 tahun yang menjadi pedoman kepala daerah terpilih, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang bersifat tahunan dan menjadi dasar penyusunan APBD.

Sementara itu, Pemerintah Daerah adalah penyelenggara urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah daerah terdiri dari Kepala Daerah (Gubernur/Bupati/Wali Kota) dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Perangkat daerah meliputi sekretariat daerah, sekretariat DPRD, inspektorat daerah, dinas daerah, dan badan daerah. Setiap perangkat daerah memiliki tugas dan fungsi spesifik, namun semuanya berkontribusi pada penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di wilayahnya masing-masing. Mereka adalah pelaksana kebijakan yang dirumuskan dalam dokumen perencanaan.

Dalam konteks perencanaan, peran pemerintah daerah adalah sebagai aktor utama dalam merumuskan, melaksanakan, dan mengevaluasi rencana pembangunan. Hal ini dimulai dari proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, penyelarasan program dengan rencana pembangunan nasional dan provinsi, hingga penyusunan anggaran yang responsif terhadap kebutuhan prioritas. Kualitas aparatur pemerintah daerah dalam memahami dan mengimplementasikan siklus perencanaan ini sangat krusial, karena merekalah yang akan menerjemahkan visi pembangunan ke dalam tindakan nyata di lapangan, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga ekonomi.

Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah, dalam konteks ini, adalah program pelatihan dan pengembangan kapasitas yang dirancang khusus untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi aparatur pemerintah daerah dalam seluruh siklus perencanaan pembangunan. Ini mencakup pemahaman tentang metodologi perencanaan, integrasi isu strategis (seperti SDG’s, perubahan iklim), manajemen data dan informasi perencanaan, penyusunan dokumen perencanaan yang berkualitas, hingga evaluasi dampak pembangunan. Bimtek ini bersifat intensif dan terstruktur, dengan materi yang disampaikan oleh para ahli, akademisi, dan praktisi perencanaan yang berpengalaman, seringkali menggunakan metode interaktif seperti studi kasus, simulasi, diskusi panel, dan workshop untuk memastikan peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat secara langsung dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi mereka di daerah.


Peran dan Pentingnya  Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah

Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah Peran dan urgensi Bimtek bagi aparatur pemerintah daerah, khususnya di bidang perencanaan, sangatlah krusial dalam menghadapi tuntutan pembangunan yang semakin kompleks dan dinamis. Pertama, Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah berfungsi sebagai sarana vital untuk pemutakhiran pengetahuan dan pemahaman regulasi perencanaan. Kerangka hukum perencanaan pembangunan terus berkembang, mulai dari Undang-Undang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), Peraturan Pemerintah terkait perencanaan daerah, hingga peraturan menteri dan peraturan kepala daerah. Aparatur harus selalu mutakhir dengan perubahan ini untuk memastikan dokumen perencanaan yang disusun sah, relevan, dan implementatif. Bimtek memastikan bahwa aparatur memiliki pemahaman yang komprehensif tentang kerangka hukum ini, sehingga mereka dapat menyusun rencana pembangunan yang kuat secara legal dan substantif.

Kedua, Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah Bimtek berperan penting dalam mengasah keterampilan teknis dan metodologi perencanaan. Perencanaan bukan hanya tentang menyusun daftar kegiatan, melainkan memerlukan metodologi yang sistematis. Ini mencakup kemampuan analisis data makro dan mikro daerah, perumusan indikator kinerja, penentuan target pembangunan yang realistis, hingga teknik penyusunan kerangka logis (logical framework) untuk program-program. Bimtek membekali aparatur dengan alat dan teknik analitis yang canggih, memungkinkan mereka untuk melakukan diagnosa masalah yang lebih akurat, merumuskan solusi yang tepat, dan menyusun program yang terukur. Pelatihan tentang analisis SWOT, analisis stakeholder, dan pemetaan potensi daerah akan meningkatkan kualitas output perencanaan.

Ketiga, Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah adalah platform krusial untuk mendorong integrasi isu-isu strategis dan pendekatan inklusif dalam perencanaan. Pembangunan saat ini tidak lagi hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, melainkan juga pada aspek keberlanjutan lingkungan, keadilan sosial, dan ketahanan bencana. Aparatur harus mampu mengintegrasikan isu-isu seperti Sustainable Development Goals (SDGs), strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, perspektif gender, dan perlindungan kelompok rentan ke dalam setiap tahapan perencanaan. Bimtek menyediakan wawasan dan metodologi untuk melakukan hal ini, memastikan bahwa rencana pembangunan tidak hanya ambisius secara ekonomi tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

Keempat, Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah juga sangat penting dalam meningkatkan kapasitas koordinasi dan partisipasi publik dalam perencanaan. Proses perencanaan yang baik memerlukan keterlibatan berbagai pihak: pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi, dan organisasi non-pemerintah. Aparatur harus mampu mengelola forum-forum seperti Musrenbang secara efektif, memfasilitasi dialog yang konstruktif, dan mengakomodasi berbagai aspirasi. Bimtek membekali mereka dengan keterampilan fasilitasi, negosiasi, dan manajemen partisipasi, memastikan bahwa suara dari berbagai elemen masyarakat dapat terwakili dan menjadi bagian integral dari dokumen perencanaan. Ini akan menciptakan rasa kepemilikan yang lebih besar terhadap rencana pembangunan.

Terakhir, Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah berfungsi sebagai sarana untuk membangun jejaring (networking) dan berbagi praktik terbaik. Peserta Bimtek berasal dari berbagai pemerintah daerah, bahkan dari provinsi/kabupaten/kota yang berbeda. Kesempatan ini sangat berharga untuk bertukar pengalaman, mempelajari solusi atas masalah perencanaan yang sama dari daerah lain, dan membangun relasi profesional yang dapat menjadi sumber dukungan atau informasi di kemudian hari. Pembentukan jaringan ini akan memperkuat solidaritas antaraparatur dan menciptakan komunitas belajar yang berkelanjutan, di mana setiap daerah dapat belajar dari keberhasilan dan tantangan yang dihadapi oleh daerah lainnya, sehingga mempercepat proses peningkatan kapasitas secara kolektif dan mendorong terciptanya inovasi dalam perencanaan pembangunanyang berkelanjutan di seluruh Indonesia.


Materi Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah

Materi Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah dirancang secara komprehensif dan sistematis untuk mencakup seluruh siklus dan aspek penting dalam penyusunan serta implementasi rencana pembangunan. Berikut adalah rincian materi Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah yang umumnya diberikan:

1. Dasar-dasar Perencanaan Pembangunan Daerah:

  • Filosofi dan Konsep Perencanaan Pembangunan Nasional dan Daerah: Pemahaman tentang esensi perencanaan, keterkaitan antara rencana pembangunan pusat dan daerah, serta peran perencanaan dalam mencapai visi pembangunan.
  • Regulasi Terkait Perencanaan: Pembahasan mendalam Undang-Undang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), Peraturan Pemerintah terkait tahapan dan tata cara penyusunan rencana pembangunan daerah, Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang penyusunan dokumen perencanaan, serta Peraturan Daerahyang relevan.
  • Siklus Perencanaan Pembangunan Daerah: Pemahaman tentang tahapan RPJPD, RPJMD, RKPD, Renstra (Rencana Strategis Perangkat Daerah), dan Renja (Rencana Kerja Perangkat Daerah), serta keterkaitannya dengan APBD.

2. Metodologi dan Teknik Perencanaan:

  • Analisis Kondisi dan Potensi Daerah: Teknik pengumpulan dan analisis data demografi, ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan menggunakan metode seperti SWOT Analysis (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) dan PESTEL Analysis (Political, Economic, Social, Technological, Environmental, Legal).
  • Perumusan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Pembangunan: Metodologi penyusunan kerangka strategis yang jelas, terukur, dan berorientasi hasil.
  • Penyusunan Indikator Kinerja dan Target: Teknik merumuskan indikator kinerja utama (IKU) yang relevan, spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (SMART), serta penetapan target yang ambisius namun realistis.
  • Penyusunan Program dan Kegiatan: Metodologi perancangan program dan kegiatan yang sesuai dengan tujuan dan sasaran, termasuk teknik logframe (Logical Framework Approach).
  • Penyusunan Rencana Aksi dan Penganggaran: Proses menyusun rencana aksi yang detail, alokasi anggaran yang efisien, dan keterkaitan antara perencanaan dengan penganggaran (e-Planning dan e-Budgeting).

3. Integrasi Isu Strategis dalam Perencanaan:

  • Sustainable Development Goals (SDGs) Lokal: Pemahaman tentang 17 tujuan SDGs dan bagaimana mengintegrasikannya ke dalam rencana pembangunan daerah, termasuk penyusunan lokalisasi SDGs.
  • Perencanaan Responsif Gender: Konsep Pengarusutamaan Gender (PUG) dan cara mengintegrasikan perspektif gender dalam setiap tahapan perencanaan dan penganggaran.
  • Perencanaan Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim: Pemahaman tentang dampak perubahan iklim dan bagaimana merumuskan program adaptasi serta mitigasi di tingkat daerah.
  • Perencanaan Berbasis Pengurangan Risiko Bencana (PRB): Mengintegrasikan aspek PRB ke dalam dokumen perencanaan untuk meningkatkan ketahanan daerah terhadap bencana.
  • Perencanaan Pembangunan Inklusif: Memastikan partisipasi dan manfaat pembangunan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk disabilitas, lansia, dan kelompok marginal.

4. Partisipasi Publik dan Koordinasi dalam Perencanaan:

  • Manajemen Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang): Teknik fasilitasi Musrenbang yang efektif di tingkat desa/kelurahan, Kecamatan, dan kabupaten/kota, termasuk bagaimana mengelola aspirasi masyarakat.
  • Keterlibatan Pemangku Kepentingan (Stakeholder Engagement): Identifikasi dan strategi pelibatan berbagai pihak (masyarakat, swasta, akademisi, LSM) dalam proses perencanaan.
  • Teknik Komunikasi dan Negosiasi dalam Perencanaan: Mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif untuk mempresentasikan rencana, menerima masukan, dan menyelesaikan perbedaan pandangan.
  • Membangun Sinergi Antar Perangkat Daerah: Strategi koordinasi dan kolaborasi antar dinas/badan untuk memastikan program terintegrasi dan tidak tumpang tindih.

5. Monitoring, Evaluasi, dan Pengendalian Perencanaan:

  • Konsep Monitoring dan Evaluasi Pembangunan: Pemahaman tentang tujuan, jenis, dan tahapan monitoring dan evaluasi.
  • Penyusunan Indikator Monitoring dan Evaluasi: Cara merumuskan indikator kemajuan (progress indicators) dan indikator dampak (impact indicators) yang akurat.
  • Teknik Pengumpulan dan Analisis Data Evaluasi: Penggunaan survei, wawancara, focus group discussion (FGD), serta analisis data kuantitatif dan kualitatif.
  • Penyusunan Laporan Evaluasi: Format dan isi laporan evaluasi yang informatif dan memberikan rekomendasi perbaikan.
  • Pemanfaatan Hasil Evaluasi untuk Perbaikan Perencanaan: Menggunakan temuan evaluasi sebagai dasar untuk menyempurnakan rencana pembangunan di periode berikutnya.

Seluruh materi ini disajikan dengan kombinasi metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus nyata yang relevan dengan permasalahan perencanaan di daerah, dan praktik langsung menggunakan perangkat lunak analisis data sederhana atau template dokumen perencanaan, sehingga peserta dapat menginternalisasi pengetahuan dan mengaplikasikannya secara efektif dalam tugas harian mereka.


Tujuan dan Manfaat Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah

Penyelenggaraan Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah oleh Pusat Edukasi Indonesia memiliki tujuan strategis yang sangat vital untuk kemajuan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Tujuan-tujuan Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah ini meliputi:

  • Meningkatkan Kompetensi Aparatur dalam Perencanaan Pembangunan: Membekali aparatur pemerintah daerah dengan pengetahuan mendalam dan keterampilan praktis dalam seluruh siklus perencanaan pembangunan, mulai dari analisis hingga evaluasi.
  • Memperkuat Kualitas Dokumen Perencanaan Daerah: Memastikan RPJMD, RKPD, dan dokumen perencanaan lainnya yang disusun oleh pemerintah daerah berkualitas, relevan, terukur, dan aplikatif sesuai dengan regulasi yang berlaku.
  • Mendorong Integrasi Isu Strategis Global dan Nasional: Memfasilitasi pemerintah daerah untuk mengintegrasikan isu-isu seperti SDGs, perubahan iklim, gender, dan pengurangan risiko bencana ke dalam setiap tahapan perencanaan pembangunan.
  • Meningkatkan Efektivitas Koordinasi dan Partisipasi Publik: Memperkuat kemampuan aparatur dalam mengelola partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, serta meningkatkan koordinasi antar-organisasi perangkat daerah dalam pelaksanaan perencanaan.
  • Mewujudkan Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan: Mendukung pemerintah daerah untuk merumuskan rencana pembangunan yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan pemerataan manfaat, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan jangka panjang.

Manfaat yang akan dirasakan dari pelaksanaan Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah sangat signifikan, tidak hanya bagi aparatur pemerintah daerah itu sendiri, tetapi juga bagi masyarakat luas, dan sistem pemerintahan secara keseluruhan:

Bagi Peserta Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah (Aparatur Pemerintah Daerah):

  • Peningkatan Kemampuan Analitis: Mampu melakukan analisis kondisi daerah yang lebih mendalam dan merumuskan program yang berbasis data.
  • Penguasaan Metodologi Perencanaan Modern: Menguasai teknik-teknik perencanaan terbaru, dari perumusan indikator hingga penyusunan kerangka logis.
  • Rasa Percaya Diri dan Profesionalisme: Meningkatkan keyakinan dalam menyusun, mempresentasikan, dan mengimplementasikan rencana pembangunan.
  • Jaringan dan Kolaborasi: Terbukanya peluang untuk bertukar pengalaman dan berkolaborasi dengan aparatur dari daerah lain.
  • Kesempatan Pengembangan Karir: Peningkatan kompetensi ini menjadi nilai tambah yang signifikan untuk pengembangan karir di lingkungan pemerintahan.

Bagi Pemerintah Daerah (Provinsi, Kabupaten, Kota):

  • Dokumen Perencanaan yang Berkualitas: Menghasilkan dokumen perencanaan yang lebih solid, strategis, dan sesuai dengan kebutuhan riil daerah serta regulasi.
  • Alokasi Anggaran yang Lebih Efisien dan Tepat Sasaran: Perencanaan yang matang akan memastikan anggaran digunakan untuk program yang paling prioritas dan berdampak.
  • Peningkatan Kinerja Pembangunan Daerah: Program yang terencana dengan baik cenderung lebih berhasil mencapai target-target pembangunan.
  • Peningkatan Akuntabilitas dan Transparansi: Proses perencanaan yang partisipatif dan terdokumentasi dengan baik meningkatkan akuntabilitas publik.
  • Penguatan Kapasitas Kelembagaan: Peningkatan kompetensi kolektif aparatur akan memperkuat kapasitas seluruh organisasi perangkat daerah.
  • Dukungan Terhadap Pencapaian SDG’s Lokal dan Target Pembangunan Nasional: Pemerintah daerah yang kompeten dalam perencanaan adalah kunci untuk mewujudkan tujuan pembangunan yang lebih besar.

Bagi Masyarakat dan Pemangku Kepentingan Lainnya:

  • Pembangunan yang Lebih Relevan dan Inklusif: Masyarakat akan merasakan manfaat langsung dari program-program yang benar-benar dirancang berdasarkan kebutuhan dan aspirasi mereka.
  • Partisipasi yang Lebih Bermakna: Kesempatan untuk terlibat dalam proses perencanaan akan lebih efektif dan aspirasi mereka diakomodir.
  • Peningkatan Kualitas Hidup: Pembangunan yang terencana dengan baik akan berdampak pada peningkatan kualitas layanan dasar, infrastruktur, dan kesempatan ekonomi.
  • Kepercayaan Terhadap Pemerintah: Kinerja pemerintah daerah yang profesional dalam perencanaan pembangunan akan meningkatkan kepercayaan publik.

Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah adalah fondasi esensial dalam upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Di tengah kompleksitas tantangan global dan dinamika lokal, kualitas perencanaan yang disusun oleh pemerintah daerah menjadi penentu utama arah dan kecepatan kemajuan suatu wilayah. Tanpa aparatur yang memiliki kompetensi perencanaan yang mutakhir, wawasan yang luas, dan kemampuan untuk beradaptasi, visi pembangunan daerah akan sulit terwujud dan potensi sumber daya akan terbuang sia-sia.

Melalui program Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah yang komprehensif, Pusat Edukasi Indonesia tidak hanya membekali para peserta dengan pemahaman regulasi dan metodologi perencanaan terbaru. Lebih dari itu, Bimtek menanamkan pola pikir strategis, mendorong integrasi isu-isu global seperti SDGs, dan memperkuat keterampilan koordinasi serta partisipasi publik. Dampak dari peningkatan kapasitas ini akan terasa luas: mulai dari dokumen perencanaan yang lebih berkualitas, alokasi anggaran yang lebih efisien, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat yang merasakan langsung manfaat dari program-program pembangunan yang tepat sasaran.

Oleh karena itu, kami menyerukan kepada seluruh pimpinan dan aparatur pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota, untuk menjadikan program Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah sebagai investasi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Partisipasi aktif dalam Bimtek ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan pelatihan, melainkan sebuah komitmen kolektif untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, memastikan keberlanjutan pembangunan, dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera. Mari bersama-sama kita rancang masa depan yang lebih baik, dengan perencanaan yang matang dan pemerintahan yang efektif.

Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah Terbaru 2025/2026

Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah Terbaru 2025/2026

Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusat Edukasi Indonesia Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah Terbaru 2025/2026

Metode Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah

Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

  • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
  • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
  • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

Pilihan Kelas Pelaksanaan Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah:

  1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
  2. Online Zoom Meeting
  3. In House Training

Biaya Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah

  • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
  • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
  • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

Fasilitas Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah

  • Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
  • Seminar Kit
  • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
  • Sertifikat
  • Tas Kegiatan
  • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
  • Kartu Tanda Peserta
  • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta

Tata Cara Pendaftaran Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah:

  • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0851 – 2120 – 9392
  • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
  • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
  • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
  • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

Kontak Person

Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah Terbaru 2025/2026

Bimtek Perencanaan dan Pemerintah Daerah Terbaru 2025/2026

author-avatar

Tentang PENA

Pusat Edukasi Indonesia adalah lembaga profesional yang berdedikasi dan memberikan layanan di bidang Bimbingan Teknis (Bimtek), Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), Workshop, Seminar, Sertifikasi, Riset, Inhouse Training, serta Pelatihan dan Pendidikan Non Formal. Pusat Edukasi Indonesia bertujuan mendukung peningkatan kapasitas, kompetensi, dan keterampilan melalui program yang dirancang secara profesional dan sesuai dengan kebutuhan para peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *