Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas: Panduan Desain & Tata Kelola Terbaru 2026/2027

Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas: Panduan Desain & Tata Kelola Terbaru 2026/2027

Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas: Panduan Desain & Tata Kelola Terbaru 2026/2027

Di era pembangunan berkelanjutan dan inklusif, Ruang Terbuka Hijau (RTH) tidak lagi cukup hanya memenuhi fungsi ekologis semata. RTH kini dituntut menjadi ruang publik yang inklusif, aman, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya anak-anak dan penyandang disabilitas.

Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas: Panduan Desain & Tata Kelola yang diselenggarakan oleh Pusat Edukasi Indonesia hadir sebagai solusi strategis untuk menjawab tantangan tersebut. Program pelatihan intensif ini dirancang khusus untuk membekali aparatur sipil negara (ASN), tenaga teknis, dan profesional dengan kompetensi dalam merancang, mengelola, dan mengevaluasi RTH yang memenuhi prinsip desain universal dan aksesibilitas bagi anak dan disabilitas.

Investasi dalam peningkatan kompetensi melalui Bimtek RTH Ramah Anak dan Disabilitas bukan hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga strategi untuk memastikan bahwa setiap ruang publik yang dibangun benar-benar melayani seluruh warga tanpa diskriminasi. Mari telusuri lebih dalam mengapa bimtek ini menjadi langkah strategis yang tidak boleh Anda lewatkan.

Pengertian Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas

Bimbingan Teknis (Bimtek) merupakan bentuk pendidikan dan pelatihan non-gelar yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi teknis, manajerial, dan profesional sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan maupun sektor swasta. Berbeda dengan pelatihan konvensional, bimtek menekankan pada aplikasi praktis, studi kasus riil, dan solusi yang langsung dapat diimplementasikan di lapangan.

Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas: Panduan Desain & Tata Kelola adalah program pelatihan khusus yang fokus pada penguasaan prinsip desain universal, standar aksesibilitas, dan tata kelola RTH yang inklusif bagi anak-anak dan penyandang disabilitas. Peserta akan dibimbing untuk memahami bagaimana merancang RTH yang tidak hanya hijau dan asri, tetapi juga aman, nyaman, dan dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk anak-anak dengan berbagai usia, penyandang disabilitas fisik, sensorik, maupun kognitif

Dalam konteks regulasi nasional, Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) telah diatur dengan standar yang ketat, mencakup persyaratan lokasi, fasilitas, peralatan, keselamatan, keamanan, dan pengelolaan. Prinsip-prinsip seperti non-diskriminasi, kepentingan terbaik untuk anak, partisipasi anak, dan aksesibilitas bagi disabilitas menjadi fondasi utama dalam perancangan RTH inklusif

Bimtek ini menjadi jembatan yang menghubungkan regulasi nasional dengan implementasi daerah, memastikan bahwa standar kompetensi aparatur sejalan dengan Pedoman Standar RBRA dan prinsip desain universal yang telah ditetapkan. Pusat Edukasi Indonesia, sebagai lembaga yang telah berpengalaman menyelenggarakan ratusan bimtek untuk pemerintah daerah di seluruh Indonesia, menghadirkan narasumber yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam perancangan dan pengelolaan RTH inklusif di lapangan

Tujuan Kegiatan Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas

Kegiatan Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas: Panduan Desain & Tata Kelola dirancang dengan tujuan komprehensif yang mencakup aspek teknis, manajerial, dan strategis. Berikut adalah tujuan utama yang ingin dicapai:

Peningkatan Pemahaman Teknis dan Regulasi

  • Memahami konsep dasar dan regulasi RTH inklusif: Peserta akan dibekali pemahaman mendalam tentang landasan hukum, kebijakan nasional, dan standar teknis terkait RBRA dan RTH inklusif, termasuk Pedoman Standar RBRA, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, dan peraturan menteri terkait ruang publik inklusif.

  • Menguasai prinsip desain universal untuk RTH: Peserta akan mempelajari 7 prinsip desain universal (equitable use, flexibility in use, simple and intuitive use, perceptible information, tolerance for error, low physical effort, size and space for approach and use) dan aplikasinya dalam konteks RTH, taman bermain, dan ruang publik lainnya.

  • Memahami standar aksesibilitas dan fasilitas khusus: Peserta akan mempelajari standar teknis untuk jalur akses (ramp, trotoar, boardwalk), fasilitas pendukung (toilet aksesibel, drinking fountain, shelter), rambu dan marka (braille, visual, audio), serta perabot bermain yang aman untuk anak disabilitas dan berkebutuhan khusus

  • Mampu membedakan antara aksesibilitas fisik dan aksesibilitas sosial: Peserta akan diajarkan bahwa RTH inklusif tidak hanya tentang fasilitas fisik yang aksesibel, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang ramah, tidak diskriminatif, dan mendorong partisipasi aktif dari semua pengguna, termasuk anak-anak dan disabilitas.

Penguatan Kapasitas Perencanaan dan Desain

  • Mengembangkan kemampuan merancang RTH inklusif berbasis kebutuhan pengguna: Peserta akan dilatih untuk melakukan asesmen kebutuhan anak dan disabilitas di daerah masing-masing, memetakan hambatan akses yang ada, dan merancang solusi desain yang sesuai dengan konteks lokal.

  • Mampu menyusun spesifikasi teknis fasilitas RTH inklusif: Peserta akan dibimbing untuk menyusun spesifikasi teknis yang detail untuk ramp (kemiringan, lebar, handrail), jalur evakuasi bencana, perabot bermain inklusif, rambu dan marka aksesibel, serta fasilitas pendukung lainnya sesuai standar nasional.

  • Meningkatkan koordinasi antar-OPD dalam perencanaan RTH inklusif: Melalui diskusi kelompok dan simulasi, peserta akan memahami pentingnya sinergi antara Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perencanaan Pembangunan, Dinas Sosial, dan OPD terkait lainnya dalam memastikan RTH direncanakan dan dibangun secara terpadu dan inklusif

Dukungan terhadap Kinerja Aparatur dan Akuntabilitas Publik

  • Memenuhi standar kompetensi profesi dalam pengelolaan RTH inklusif: Peserta akan memperoleh sertifikat yang dapat digunakan sebagai bukti kompetensi dalam penilaian kinerja pegawai, promosi jabatan, dan pemenuhan persyaratan teknis dalam pengadaan barang dan jasa terkait RTH dan RBRA.

  • Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan anggaran RTH: Dengan kemampuan perencanaan dan desain yang baik, aparatur dapat menyusun proposal yang jelas, menunjukkan kesesuaian dengan standar nasional, dan membangun kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah dalam menyediakan ruang publik yang inklusif.

  • Mendukung pencapaian target Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA): Peserta akan diajarkan cara mengintegrasikan indikator RBRA dan RTH inklusif ke dalam penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak, memastikan bahwa daerah mereka memiliki nilai tambah dalam kompetisi KLA dan dapat meraih penghargaan yang prestisius.

Manfaat Mengikuti Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas

Mengikuti Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas: Panduan Desain & Tata Kelola memberikan manfaat konkret yang dapat dirasakan langsung oleh peserta, baik dalam aspek karier, kinerja, maupun pengakuan profesional. Berikut adalah manfaat yang akan Anda peroleh:

Manfaat bagi Pengembangan Karier

  • Sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional: Peserta akan menerima sertifikat resmi dari Pusat Edukasi Indonesia yang dapat digunakan sebagai dokumen pendukung dalam penilaian kinerja tahunan (SKP), kenaikan pangkat, dan seleksi jabatan fungsional atau struktural di lingkungan pemerintah daerah.

  • Peningkatan nilai dalam penilaian kompetensi teknis: Kemampuan merancang dan mengelola RTH inklusif merupakan kompetensi teknis yang semakin dihargai dalam sistem merit ASN, terutama bagi mereka yang bekerja di Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perencanaan Pembangunan, dan Dinas Sosial

  • Peluang menjadi narasumber atau fasilitator daerah: Dengan kompetensi yang mumpuni, peserta memiliki potensi untuk menjadi trainer internal di daerah masing-masing atau bahkan diundang sebagai narasumber dalam kegiatan serupa di daerah lain, membuka jaringan profesional yang lebih luas

Manfaat bagi Kinerja dan Produktivitas Kerja

  • Kemampuan menyusun desain RTH yang sesuai standar nasional: Peserta akan mampu menyusun desain dan spesifikasi teknis RTH yang tidak hanya estetis, tetapi juga memenuhi standar Pedoman Standar RBRA dan prinsip desain universal, mengurangi risiko revisi dan penolakan dalam proses approval.

  • Efisiensi waktu dan anggaran dalam perencanaan RTH: Dengan menguasai standar dan prinsip desain yang tepat, peserta dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk konsultasi dan revisi desain, serta meminimalkan risiko kesalahan dalam perencanaan yang berujung pada pemborosan anggaran.

  • Kemampuan mengidentifikasi hambatan akses dan merumuskan solusi: Peserta akan terlatih untuk menganalisis hambatan akses yang dihadapi anak dan disabilitas dalam menggunakan RTH, bukan hanya dari perspektif teknis, tetapi juga dari pengalaman pengguna (user experience), sehingga solusi yang dihasilkan lebih efektif dan berkelanjutan.

Manfaat bagi Organisasi dan Instansi

  • Peningkatan kualitas layanan publik terkait ruang publik: Dengan aparatur yang kompeten, pemerintah daerah dapat menyediakan RTH yang benar-benar inklusif, aman, dan nyaman bagi semua warga, meningkatkan kepuasan masyarakat dan citra positif pemerintah daerah.

  • Dukungan terhadap pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs): RTH inklusif berkontribusi langsung terhadap beberapa tujuan SDGs, termasuk kota dan komunitas berkelanjutan (SDG 11), pengurangan ketimpangan (SDG 10), dan kesetaraan gender (SDG 5) melalui akses yang setara bagi semua kelompok.

  • Peningkatan citra daerah sebagai kota inklusif dan layak anak: Daerah yang mampu menunjukkan komitmen terhadap RTH inklusif akan lebih mudah meraih penghargaan seperti Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), Kota Inklusif, atau penghargaan lingkungan lainnya yang dapat meningkatkan daya tarik investasi dan pariwisata.

    Materi Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas Selama 2 Hari Kegiatan

    Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas: Panduan Desain & Tata Kelola diselenggarakan selama 2 hari intensif dengan materi yang dirancang secara komprehensif, mulai dari konsep dasar hingga aplikasi praktis. Berikut adalah rincian materi yang akan disampaikan:

    Hari Pertama: Konsep Dasar, Regulasi, dan Prinsip Desain

    Sesi 1: Kebijakan dan Regulasi RTH Inklusif di Indonesia

    • Tinjauan regulasi nasional terkait RBRA dan disabilitas (UU No. 8/2016, Permen PPPA, Pedoman Standar RBRA)

    • Standar nasional untuk Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA)

    • Kewenangan dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam penyediaan RTH inklusif

    • Studi kasus: Implementasi regulasi RTH inklusif di berbagai daerah (Kota Surabaya, Kota Bandung, Kota Yogyakarta)

    Sesi 2: Konsep Desain Universal dan Aksesibilitas

    • 7 prinsip desain universal dan aplikasinya dalam konteks RTH

    • Konsep aksesibilitas holistik: fisik, sensorik, kognitif, dan sosial

    • Perbedaan antara akomodasi khusus dan desain inklusif universal

    • Studi kasus: RTH yang berhasil menerapkan desain universal di Indonesia dan negara lain

    Sesi 3: Standar Teknis Fasilitas Aksesibel untuk RTH

    • Standar ramp: kemiringan (maksimal 1:12), lebar minimal, handrail, permukaan anti-slip

    • Jalur pedestrian dan boardwalk: lebar, tekstur permukaan, kontras warna untuk tunanetra

    • Toilet aksesibel: dimensi, grab bar, ketinggian wastafel, pintu

    • Rambu dan marka: braille, visual (kontras, font, ukuran), audio, penempatan strategis

    • Tempat parkir aksesibel: lokasi, dimensi, rambu identifikasi

    Sesi 4: Workshop Praktik: Audit Aksesibilitas RTH

    • Peserta dibagi dalam kelompok dan diberikan studi kasus RTH/taman di daerah masing-masing

    • Setiap kelompok melakukan audit aksesibilitas menggunakan checklist standar

    • Identifikasi hambatan akses untuk anak, disabilitas fisik, tunanetra, tunarungu

    • Presentasi hasil audit dan diskusi bersama narasumber

    • Feedback dan rekomendasi perbaikan berdasarkan temuan audit

    Hari Kedua: Perancangan, Tata Kelola, dan Implementasi

    Sesi 5: Perancangan Perabot Bermain yang Inklusif

    • Standar perabot bermain untuk berbagai usia anak ( toddler, preschool, school-age)

    • Perabot bermain khusus untuk anak disabilitas: ayunan aksesibel, carousel kursi roda, panel sensorik

    • Material dan permukaan aman: karet, pasir, kayu, rumput sintetis

    • Zonasi area bermain berdasarkan usia dan kemampuan

    • Keamanan dan pengawasan: fencing, CCTV, pencahayaan, visibility

    Sesi 6: Tata Kelola dan Pengelolaan RTH Inklusif

    • Model pengelolaan RTH: pemerintah, komunitas, kemitraan publik-swasta

    • Partisipasi anak dan disabilitas dalam perencanaan dan evaluasi RTH

    • Mekanisme pengaduan dan umpan balik pengguna

    • Pemeliharaan fasilitas aksesibel: jadwal, standar, anggaran

    • Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang RTH inklusif

    Sesi 7: Integrasi RTH Inklusif ke dalam Perencanaan Daerah

    • Menghubungkan RTH inklusif dengan RPJMD dan RKPD

    • Penyusunan indikator RTH inklusif dalam IKU daerah dan penilaian KLA

    • Mekanisme penganggaran berbasis kinerja untuk program RTH inklusif

    • Koordinasi antar-OPD: DLH, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Dinas PPPA, Bappeda

    • Studi kasus: Integrasi RTH inklusif dalam dokumen perencanaan daerah

    Sesi 8: Simulasi dan Penutup

    • Simulasi presentasi proposal RTH inklusif kepada pimpinan daerah

    • Teknik komunikasi efektif dalam menyampaikan pentingnya RTH inklusif

    • Sesi tanya jawab dan konsultasi individual dengan narasumber

    • Penutupan dan penyerahan sertifikat

    Setiap sesi dilengkapi dengan materi presentasi, handout, template dokumen, checklist audit aksesibilitas, dan akses ke rekaman sesi bagi peserta yang ingin mengulang materi. Peserta juga akan mendapatkan toolkit desain yang berisi standar teknis, contoh spesifikasi, dan template dokumen yang dapat langsung digunakan di daerah masing-masing.

    Target Peserta Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas

    Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas: Panduan Desain & Tata Kelola dirancang untuk menjangkau berbagai kalangan profesional yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan RTH inklusif. Berikut adalah target peserta yang sangat disarankan untuk mengikuti kegiatan ini:

    Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Daerah

    • Pejabat dan staf Dinas Lingkungan Hidup: Bertanggung jawab atas kebijakan, perencanaan, dan pengelolaan RTH di wilayah daerah.

    • Pejabat dan staf Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang: Terlibat dalam perencanaan teknis, pembangunan, dan pemeliharaan infrastruktur RTH dan fasilitas aksesibel.

    • Pejabat dan staf Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA): Bertugas memastikan hak anak terpenuhi, termasuk hak atas ruang bermain yang aman dan inklusif.

    • Pejabat dan staf Dinas Sosial: Memastikan kebutuhan penyandang disabilitas terakomodasi dalam penyediaan ruang publik.

    • Pejabat dan staf Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda): Bertugas mengintegrasikan indikator RTH inklusif ke dalam RPJMD, RKPD, dan IKU daerah.

    • Pejabat dan staf Sekretariat Daerah: Memastikan koordinasi antar-OPD dan pelaporan kinerja daerah terkait RTH inklusif.

    Tenaga Teknis dan Profesional

    • Arsitek lansekap dan perencana kota: Terlibat dalam desain dan evaluasi kualitas RTH dari sisi fungsional, estetika, dan aksesibilitas.

    • Tenaga ahli aksesibilitas dan disabilitas: Memberikan input teknis dalam evaluasi aspek aksesibilitas RTH.

    • Konsultan perencanaan RTH dan RBRA: Memberikan layanan profesional dalam desain dan pengelolaan RTH inklusif.

    • Peneliti dan akademisi bidang perencanaan kota, arsitektur, dan studi disabilitas: Mendukung perencanaan dengan data penelitian dan analisis ilmiah.

    Pihak Terkait Lainnya

    • Pengelola RTH non-pemerintah: Pengelola taman swasta, RTH komersial, atau RTH yang dikelola komunitas.

    • Mahasiswa dan fresh graduate: Yang berminat berkarier di bidang perencanaan kota, arsitektur lansekap, atau pembangunan inklusif.

    • Anggota DPRD: Yang terlibat dalam pengawasan dan penganggaran program RTH dan perlindungan anak/disabilitas.

    • Perwakilan komunitas anak dan disabilitas: Yang aktif dalam advokasi hak anak dan disabilitas atas ruang publik.

    • LSM dan organisasi masyarakat: Yang fokus pada isu anak, disabilitas, dan ruang publik inklusif.

    Bimtek ini terbuka untuk peserta dari seluruh Indonesia, dengan kapasitas terbatas untuk memastikan kualitas pembelajaran dan interaksi yang optimal. Prioritas diberikan kepada peserta yang memiliki tanggung jawab langsung dalam perencanaan dan pengelolaan RTH di daerah masing-masing

    Urgensi Mengikuti Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas

    Mengapa Anda harus mengikuti Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas: Panduan Desain & Tata Kelola sekarang, bukan nanti? Berikut adalah alasan-alasan mendesak yang menjadikan bimtek ini investasi yang tidak boleh ditunda:

    Menjawab Tekanan Regulasi dan Tuntutan Hak Anak serta Disabilitas

    • Kewajiban regulasi yang semakin ketat: Pemerintah telah menerbitkan Pedoman Standar RBRA dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang mewajibkan penyediaan fasilitas publik yang aksesibel. Daerah yang tidak mampu menunjukkan komitmen terhadap RTH inklusif berisiko menghadapi sanksi administratif atau penundaan dalam persetujuan dokumen perencanaan.

    • Tuntutan pemenuhan hak anak dan disabilitas: Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of the Child) dan Konvensi Hak Penyandang Disabilitas (Convention on the Rights of Persons with Disabilities) yang telah diratifikasi Indonesia menuntut pemerintah daerah untuk memastikan hak anak dan disabilitas atas ruang publik yang inklusif dan aksesibel.

    • Persyaratan dalam penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA): Salah satu indikator penting dalam penilaian KLA adalah ketersediaan dan kualitas RBRA. Daerah yang ingin meraih predikat KLA (dari tingkat pratama hingga utama) harus menunjukkan komitmen nyata dalam penyediaan ruang bermain yang aman, inklusif, dan aksesibel.

    Menghadapi Tekanan Urbanisasi dan Tuntutan Kota Inklusif

    • Urbanisasi yang meningkatkan kebutuhan ruang publik inklusif: Pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang cepat meningkatkan tekanan terhadap ruang publik di perkotaan. RTH yang inklusif menjadi semakin penting untuk memastikan bahwa semua warga, termasuk anak dan disabilitas, memiliki akses terhadap ruang rekreasi dan interaksi sosial yang berkualitas.

    • Tuntutan masyarakat akan kota yang inklusif dan berkelanjutan: Masyarakat semakin kritis dan menuntut pemerintah daerah untuk menyediakan ruang publik yang tidak diskriminatif dan dapat diakses oleh semua kalangan. Daerah yang mampu menunjukkan komitmen terhadap RTH inklusif akan lebih dipercaya dan didukung oleh masyarakat.

    • Kebutuhan akan ruang publik yang mendukung kesehatan fisik dan mental: Berbagai studi menunjukkan bahwa akses terhadap RTH yang berkualitas berkontribusi signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental anak dan disabilitas. Daerah yang mampu menyediakan RTH inklusif akan lebih menarik bagi keluarga muda dan investasi.

    Meningkatkan Daya Saing Karier dan Profesionalisme

    • Kompetensi desain inklusif semakin dihargai dalam sistem merit ASN: Sistem merit yang diterapkan pemerintah menuntut ASN untuk terus meningkatkan kompetensi teknisnya. Kemampuan merancang dan mengelola RTH inklusif merupakan kompetensi spesifik yang membedakan Anda dari ASN lainnya, meningkatkan peluang promosi dan pengembangan karier

    • Sertifikasi kompetensi sebagai persyaratan dalam pengadaan barang dan jasa: Semakin banyak pengadaan barang dan jasa terkait RTH dan RBRA yang mensyaratkan penyedia atau penanggung jawab teknis memiliki sertifikat kompetensi yang relevan. Dengan mengikuti bimtek ini, Anda membuka peluang untuk terlibat dalam proyek-proyek strategis daerah

    • Jaringan profesional yang membuka peluang kolaborasi: Bimtek ini menghadirkan peserta dari berbagai daerah, membuka peluang untuk berbagi pengalaman, belajar dari praktik terbaik, dan bahkan membuka kolaborasi dalam program-program RTH inklusif antar-daerah

    Mengantisipasi Perubahan Kebijakan dan Standar Teknis

    • Update regulasi dan standar teknis yang terus berubah: Regulasi dan standar teknis terkait RBRA dan aksesibilitas terus mengalami pembaruan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan nasional. Dengan mengikuti bimtek ini, Anda memastikan bahwa pengetahuan Anda selalu mutakhir dan sesuai dengan standar terbaru.

    • Adopsi teknologi dan metode desain yang lebih canggih: Teknologi desain 3D, BIM (Building Information Modeling), dan aplikasi simulasi aksesibilitas semakin banyak digunakan dalam perancangan RTH inklusif. Bimtek ini memperkenalkan Anda pada tools dan metode terbaru yang dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi desain.

    • Persiapan menghadapi evaluasi dan penilaian KLA: Pemerintah pusat semakin sering melakukan evaluasi dan penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak sebagai bagian dari komitmen nasional terhadap hak anak. Dengan bekal kompetensi yang memadai, Anda dapat memastikan daerah Anda siap menghadapi evaluasi tersebut dan bahkan meraih penghargaan KLA tingkat utama.

    Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas: Panduan Desain & Tata Kelola adalah investasi strategis yang akan memberikan dampak jangka panjang bagi karier Anda, kinerja instansi, dan pembangunan inklusif di daerah Anda.

    Jangan tunda lagi kesempatan untuk meningkatkan kompetensi Anda. Kuota peserta sangat terbatas untuk memastikan kualitas pembelajaran yang optimal, dan pendaftaran akan ditutup 3 hari sebelum pelaksanaan kegiatan

    Mengapa Memilih Pusat Edukasi Indonesia?

    Pusat Edukasi Indonesia telah menjadi mitra strategis bagi ratusan instansi pemerintah dan swasta dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade dan ribuan alumni yang tersebar di seluruh Indonesia, kami memahami tantangan yang dihadapi aparatur dalam mengimplementasikan kebijakan dan meningkatkan kinerja daerah.

    Keunggulan kami meliputi:

    • Narasumber berpengalaman dan praktis: Narasumber kami tidak hanya akademisi, tetapi juga praktisi yang memiliki pengalaman langsung dalam perancangan dan pengelolaan RTH inklusif di berbagai daerah.

    • Materi yang selalu update: Kami terus memperbarui materi bimtek sesuai dengan regulasi terbaru (Pedoman Standar RBRA, UU Disabilitas) dan praktik terbaik yang berkembang di lapangan.

    • Pendekatan pembelajaran yang aplikatif: Setiap bimtek dirancang dengan kombinasi teori, studi kasus, workshop lapangan, dan simulasi untuk memastikan peserta dapat langsung mengimplementasikan pembelajaran di daerah masing-masing.

    • Fasilitas dan layanan lengkap: Mulai dari venue yang nyaman, materi cetak dan digital, toolkit desain, akses materi daring pasca-bimtek, hingga sertifikat yang diakui secara nasional.

    • Jaringan alumni yang luas: Peserta bimtek kami menjadi bagian dari komunitas alumni yang aktif berbagi informasi, pengalaman, dan peluang kolaborasi dalam program RTH inklusif antar-daerah.

    Percayakan peningkatan kompetensi Anda kepada Pusat Edukasi Indonesia. Kami berkomitmen untuk menjadi mitra strategis Anda dalam mewujudkan aparatur yang kompeten, profesional, dan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

    Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas: Panduan Desain & Tata Kelola — Investasi Anda untuk Masa Depan yang Lebih Inklusif dan Berkelanjutan!

    Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas: Panduan Desain & Tata Kelola Terbaru 2026/2027

    Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas: Panduan Desain & Tata Kelola Terbaru 2026/2027

    Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusat Edukasi Indonesia Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas

    Metode Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas

    Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:

    • 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
    • 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
    • 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan

    Pilihan Kelas Pelaksanaan:

    1. Kelas Tatap Muka Di Hotel
    2. Online Zoom Meeting
    3. In House Training

    Biaya Bimtek

    • Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
    • Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
    • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
    • Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)

    Narasumber:

    Narasumber dalam pelatihan RTH aksesibel adalah Trainer yang berpengalaman di bidang masing-masing dan Tersertifikasi BNSP. Narasumber kami dari kalangan Kementrian, Praktisi, Akademisi dan Konsultan. Narasumber kami juga open diskusi sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung, agar semua masalah yang dihadapi oleh peserta dapat terselesaikan dan tercapainya tujuan dari peserta.

    Pilihan Lokasi Kegiatan:

    Bimtek RBRA 2026 dilaksanakan di Beberapa kota besar di Indonesia Seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, Batam, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, Lampung, Semarang, Manado, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Palembang, Maluku, Papua dan Kota-kota besar lainnya. Peserta dapat request kota pilihan sesuai permintaan dengan menghubungi Tim kami.

    Fasilitas Bimtek

    • Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
    • Seminar Kit
    • Kuitansi Pembayaran Perpeserta
    • Sertifikat
    • Tas Kegiatan
    • Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
    • Kartu Tanda Peserta
    • Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta

    Tata Cara Pendaftaran:

    • Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0851 – 2120 – 9392
    • Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
    • Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
    • Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
    • Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta

    Legalitas Kami

    • SK KEMENKUM-HAM RI

    Nomor AHU-0040093.AH.01.01.TAHUN 2025

    • Akta Pendirian

    Akta No. 44, Tanggal 16 Mei 2025 dibuat oleh Notaris Wenika Priastuti Agustini, S.H., M.KN.

    • Nomor Induk Berusaha (NIB)

    2305250063339

    Kontak Person

    Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas: Panduan Desain & Tata Kelola Terbaru 2026/2027

    Bimtek Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak (RBRA) dan Disabilitas: Panduan Desain & Tata Kelola Terbaru 2026/2027

    author-avatar

    Tentang PENA

    Pusat Edukasi Indonesia adalah lembaga profesional yang berdedikasi dan memberikan layanan di bidang Bimbingan Teknis (Bimtek), Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), Workshop, Seminar, Sertifikasi, Riset, Inhouse Training, serta Pelatihan dan Pendidikan Non Formal. Pusat Edukasi Indonesia bertujuan mendukung peningkatan kapasitas, kompetensi, dan keterampilan melalui program yang dirancang secara profesional dan sesuai dengan kebutuhan para peserta.