BIMTEK SINGLE SALARY TERBARU 2025/2026
BIMTEK SINGLE SALARY TERBARU 2025/2026

BIMTEK SINGLE SALARY TERBARU 2025/2026
Dalam dua dekade terakhir, agenda reformasi birokrasi di Indonesia terus dipacu untuk menciptakan aparatur sipil negara (ASN) yang profesional, berintegritas, dan sejahtera. Salah satu pilar utamanya adalah reformasi sistem penggajian. Selama ini, ASN menerima lebih dari sepuluh komponen penghasilan—mulai dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan kinerja, honor kegiatan, hingga insentif non‑budjeter—yang acap kali tumpang‑tindih, tidak transparan, dan sukar diaudit. Kompleksitas itu meningkatkan risiko korupsi, memperlebar kesenjangan internal, serta menyulitkan pemetaan produktivitas. Oleh sebab itu, pemerintah menggulirkan konsep Single Salary (gaji tunggal) yang merampingkan seluruh komponen menjadi satu paket renumerasi berbasis kinerja dan kelas jabatan. Bagi institusi publik, kesiapan sumber daya manusia memegang peran kritis dalam memastikan transisi kebijakan berjalan mulus dan tepat sasaran.
Urgensi Single Salary kian terasa setelah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2019 tentang Penyesuaian Gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil, yang menegaskan rencana penggabungan tunjangan struktural, fungsional, dan umum ke dalam skema tunggal. Di sisi lain, laporan evaluasi fiscal sustainability Direktorat Jenderal Perbendaharaan menunjukkan bahwa belanja pegawai mendominasi APBN/APBD hingga 30 %. Tanpa mekanisme penggajian yang sederhana dan terukur, upaya efisiensi fiskal sulit dicapai. Melalui paket Single Salary, pemerintah berharap dapat menekan belanja operasional, mendorong produktivitas, serta meningkatkan kesejahteraan ASN secara merata.
Namun, adopsi Single Salary tidak sekadar perkara memadukan komponen penghasilan. Kebijakan ini menuntut penyesuaian sistem teknologi informasi, rekonstruksi manajemen kinerja, hingga reposisi budaya organisasi. Kementerian/lembaga dan pemerintah daerah wajib mengaudit kelas jabatan, memetakan job value, serta menyesuaikan performance appraisal guna menjamin keselarasan antara beban kerja dan imbalan. Tanpa kesiapan struktural dan teknis, transisi justru berpotensi menimbulkan resistensi, menurunkan morale, dan memperlebar jurang pay disparity antar daerah.
Menyadari kompleksitas tersebut, Pusat Edukasi Indonesia—lembaga pelatihan berstandar nasional—menginisiasi Bimbingan Teknis (Bimtek) Single Salary. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif, keterampilan praktis, dan panduan implementatif kepada para pemangku kepentingan, mulai dari pejabat manajemen kepegawaian, perencana anggaran, auditor internal, hingga perwakilan serikat pegawai. Melalui Bimtek, peserta diharapkan mampu merumuskan strategi transisi yang akuntabel, inklusif, dan berorientasi hasil, sekaligus mencegah distorsi fiskal dan sosial di fase implementasi.
Definisi Bimtek Single Salary
Secara terminologis, Single Salary adalah skema penggajian yang menyatukan seluruh komponen penghasilan ASN—baik gaji pokok maupun tunjangan—ke dalam satu paket remunerasi bulanan berbasis kinerja (performance‑based pay). Skema ini menegaskan prinsip equal pay for equal work, di mana besaran gaji ditentukan oleh bobot posisi (grading), pencapaian kinerja (achievement), dan kompetensi individu. Dengan demikian, Single Salary berbeda dari konsep gaji pokok konvensional yang hanya mempertimbangkan masa kerja dan pangkat/golongan.
Adapun Bimtek Single Salary adalah program pendidikan dan pelatihan teknis yang bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk mendesain, menerapkan, serta mengevaluasi skema gaji tunggal di instansi masing‑masing. Bimtek ini mencakup pendekatan teoritis, studi kasus, simulasi perangkat lunak penggajian, hingga penyusunan action plan pascapelatihan. Konsepnya mengacu pada kerangka kebijakan KemenPAN‑RB tentang Manajemen SDM ASN dan pedoman pengklasifikasian jabatan yang diterbitkan BKN.
Dari sisi regulasi, Single Salary terikat pada mandat Undang‑Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, yang menekankan penghasilan ASN harus wajar, adil, layak, dan terkait langsung dengan pencapaian kinerja. Hal ini dipertegas oleh grand design reformasi birokrasi 2020‑2025, di mana Single Salary ditempatkan sebagai driver utama peningkatan profesionalisme ASN.
Single Salary juga diartikan sebagai bagian dari public sector compensation reform yang lazim dijalankan di berbagai negara—mulai dari Singapura dengan Clean Wage System, Malaysia dengan Malaysia Remuneration System, hingga rekomendasi World Bank dalam Civil Service Reform Toolkit. Skema ini dipercaya dapat mendorong transparansi, mengurangi korupsi, dan meningkatkan daya saing gaji publik terhadap sektor swasta.
Peran dan Pentingnya Bimtek Single Salary
Bimtek ini berperan sebagai katalis transformasi budaya kerja di instansi pemerintah. Pertama, Bimtek membantu mindset shifting dari paradigma “gaji berdasarkan senioritas” menuju “gaji berbasis kinerja”. Melalui pembelajaran experiential, peserta diajak mengidentifikasi key performance indicators (KPIs) yang objektif, sehingga remunerasi benar‑benar merefleksikan kontribusi nyata pegawai. Kedua, Bimtek berfungsi sebagai platform harmonisasi interpretasi regulasi antarlevel pemerintahan. Tanpa pemahaman yang seragam, implementasi Single Salary rawan menimbulkan ketidakkonsistenan perhitungan dan ketidakadilan antar‑kementerian/daerah.
Ketiga, Bimtek memperkuat kesiapan teknologi informasi. Peserta memperoleh pelatihan pengoperasian aplikasi e‑payroll, integrasi data SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kepegawaian), serta teknik enkripsi data penghasilan. Keempat, Bimtek menekankan pentingnya change management. Transisi Single Salary berpotensi memicu resistensi—terutama dari pegawai yang kehilangan tunjangan nonkinerja—sehingga diperlukan strategi komunikasi, sosialisasi, dan coaching agar perubahan diterima sebagai peluang, bukan ancaman. Terakhir, Bimtek menyediakan wahana jejaring (networking) antarinstansi, memungkinkan pertukaran praktik baik (best practice) dan kolaborasi lintas wilayah.
Materi Bimtek Single Salary
-
Kerangka Hukum dan Kebijakan Single Salary
-
Landasan yuridis: UU ASN 5/2014, PP 15/2019, Surat Edaran KemenPAN‑RB
-
Konsep Clean Wage di level global
-
-
Pemodelan Kelas Jabatan dan Evaluasi Jabatan
-
Teknik job evaluation (point factor, factor comparison)
-
Penetapan grade dan broadbanding
-
-
Perancangan Struktur dan Skala Upah ASN
-
Metodologi penyusunan struktur upah adil dan kompetitif
-
Penyesuaian biaya hidup daerah (regional allowance)
-
-
Integrasi Single Salary dengan Manajemen Kinerja
-
Penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) terukur
-
Balanced Scorecard sektor publik
-
-
Pengelolaan Fiskal dan Simulasi Anggaran
-
Penghitungan dampak fiskal jangka pendek‑menengah
-
Strategi penerapan bertahap (phasing‑in)
-
-
Teknologi Informasi Penggajian
-
Implementasi aplikasi e‑Payroll terintegrasi SIPD
-
Keamanan data dan data privacy
-
-
Aspek Perpajakan dan Kepatuhan
-
PPh Pasal 21 atas paket Single Salary
-
Pelaporan keuangan BLU/BHPP
-
-
Manajemen Perubahan dan Komunikasi
-
Analisis pemangku kepentingan (stakeholder mapping)
-
Teknik komunikasi risiko dan strategi mitigasi resistensi
-
-
Audit Internal dan Pengendalian Risiko
-
Pengawasan three lines of defense
-
Audit kepatuhan remunerasi
-
-
Studi Kasus Nasional & Internasional
-
Clean Wage Singapura
-
New Public Management di New Zealand
-
-
Penyusunan Rencana Aksi (Action Plan) Instansi
-
Matriks implementasi 3 tahun
-
Indikator keberhasilan & quick wins
-
Tujuan dan Manfaat Bimtek Single Salary
Tujuan:
-
Meningkatkan pemahaman regulasi dan konsep Single Salary sehingga peserta mampu menerjemahkan kebijakan ke dalam tata kelola instansi.
-
Membekali keterampilan teknis dalam memetakan jabatan, menyusun struktur upah, mengelola data penggajian, serta memonitor kinerja pegawai.
-
Melatih kemampuan manajemen perubahan guna meminimalisasi resistensi dan memastikan transisi berjalan mulus.
-
Mendorong efisiensi fiskal dengan merampingkan komponen belanja pegawai tanpa mengurangi kesejahteraan.
-
Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi melalui e‑Payroll terintegrasi, sehingga publik dapat mengawasi penggunaan anggaran.
Manfaat Rinci:
-
Efektivitas: Pelayanan publik meningkat karena pegawai termotivasi melalui insentif kinerja yang jelas.
-
Efisiensi: Pemerintah menghemat biaya administrasi dan menekan budget leakage karena komponen honorarium dihapus.
-
Transparansi: Sistem berbasis digital memudahkan audit; publik dapat memantau standar gaji ASN.
-
Keadilan Internal: Struktur gaji berdasar kelas jabatan mengurangi kesenjangan antarunit dan antardaerah.
-
Daya Saing: Paket remunerasi kompetitif meningkatkan kemampuan pemerintah menarik dan mempertahankan talenta terbaik.
Transformasi public sector compensation tidak dapat ditawar jika Indonesia ingin memiliki birokrasi modern, berintegritas, sekaligus efisien secara fiskal. Skema Single Salary menawarkan jawaban atas kerumitan penggajian, ketidakjelasan indikator kinerja, dan celah‑celah inefisiensi selama ini. Namun, keberhasilan skema tersebut bertumpu pada kualitas sumber daya manusia yang menerapkannya. Di sinilah BIMTEK SINGLE SALARY berfungsi sebagai game changer: membekali aparatur dengan pengetahuan regulatif, keahlian teknis, serta kecakapan manajemen perubahan. Dengan mengikuti Bimtek ini, setiap instansi tidak hanya mematuhi mandat regulasi, tetapi juga menegakkan prinsip good governance yang berorientasi hasil.
Bergeraklah bersama Pusat Edukasi Indonesia untuk memimpin perubahan. Jadikan BIMTEK SINGLE SALARY momentum meningkatkan profesionalisme, menciptakan struktur penggajian yang adil, dan meneguhkan komitmen mewujudkan pelayanan publik kelas dunia. Kini saatnya kita melompat lebih tinggi—dari birokrasi rumit menjadi birokrasi yang lincah, transparan, dan kompetitif di kancah global.

BIMTEK SINGLE SALARY TERBARU 2025/2026
Sehubung Dengan Penjelasan Di Atas, Dalam Rangka Memahami Serta Meningkatkan Kapasitas Dan Kapabilitas Pemerintah Pusat, Daerah Dan Swasta. Maka Kami Dari Pusat Edukasi Indonesia Mengajak Bapak/Ibu/Saudara(i) Untuk Mengikuti Bimbingan Teknis Dengan Tema: BIMTEK SINGLE SALARY TERBARU 2025/2026
Metode Bimtek Single Salary
Pemaparan Materi, diskusi, tanya jawab, studi kasus dan simulasi langsung dengan konsep:
- 20% Teori berdasarkan literatur praktisi
- 40% analisa best practices & benchmarking antara: Institusi, korporasi & Industri
- 40% Studi kasus nyata & brainstorming antara Narasumber / Trainer dengan peserta kegiatan
Pilihan Kelas Pelaksanaan Bimtek Single Salary:
- Kelas Tatap Muka Di Hotel
- Online Zoom Meeting
- In House Training
Biaya Bimtek Single Salary
- Online Zoom Meeting : Rp. 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah)
- Non Akomodasi Penginapan : @Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Twin Sharing (1 Kamar Untuk 2 Orang Peserta) : Rp. 4.800.000,- (Empat Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)
- Fasilitas Dengan Penginapan 4 Hari 3 Malam dengan Kamar Suite Room (1 Kamar Untuk 1 Orang Peserta) : Rp. 5.700.000,- (Lima Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)
Fasilitas Bimtek Single Salary
- Bahan Ajar Modul ( Softcopy Dan Hardcopy)
- Seminar Kit
- Kuitansi Pembayaran Perpeserta
- Sertifikat
- Tas Kegiatan
- Konsumsi Dan Coffe Break Selama Kegiatan
- Kartu Tanda Peserta
- Penjemputan Di Bandara / Stasiun Bagi Peserta Rombongan Minimal 8 Orang Peserta
Tata Cara Pendaftaran Bimtek Single Salary:
- Surat Undangan Kegiatan Beserta Jadwal Kegiatan Akan Dikirimkan Setelah Melakukan Konfirmasi Melalui Panitia Arie Hp/Wa: 0851 – 2120 – 9392
- Surat Undangan Kegiatan Akan Dikirimkan Via E-Mail Dan/Atau Whatsapp
- Bagi Peserta Minimal 5 Orang Dapat Menentukan Waktu, Tempat Dan Materi Kegiatan Sesuai Kebutuhan Peserta
- Pendaftaran Paling Lambat 3 Hari Sebelum Pelaksanaan Kegiatan
- Tema, Materi Serta Rundown Kegiatan Dapat Menyesuaikan Keinginan Peserta
Kontak Person
- Arie – Hp/Wa: 0851 – 2120 – 9392
- website : https://www.pusatedukasi.co.id

BIMTEK SINGLE SALARY TERBARU 2025/2026